Philosophiamundi
https://philosophiamundi.id/index.php/philosophia
PHILOSOPHIA MUNDIPT. Kreasi Karya Majakataen-USPhilosophiamundi3031-7703Formative Assessment dalam Perspektif Hadis: Analisis Evaluasi Pendidikan Berbasis Proses dan Pembiasaan Bertahap dalam Tradisi Pendidikan Islam
https://philosophiamundi.id/index.php/philosophia/article/view/160
<p>Teknologi kini mampu menyediakan akses informasi instan, bantuan penulisan, hingga penilaian otomatis, namun kemudahan tersebut sekaligus menimbulkan tantangan etik seperti plagiarisme berbasis AI, kecurangan akademik, serta melemahnya proses intelektual mandiri. Artikel ini bertujuan menganalisis integrasi nilai-nilai hadis tentang amanah ilmiah sebagai dasar etika pemanfaatan AI dalam pendidikan. Penelitian menggunakan metode studi literatur yang menelaah hadis-hadis terkait kejujuran, amanah, tabayyun, dan muraqabah, serta teori etika pendidikan modern dan pedoman etika AI internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa ajaran Nabi Muhammad SAW memberikan fondasi moral komprehensif dalam menghadapi tantangan teknologi, terutama melalui internalisasi nilai amanah, kejujuran, tanggung jawab ilmiah, verifikasi informasi, dan kesadaran spiritual. Integrasi nilai hadis dengan etika AI modern menghasilkan model pendidikan yang tidak hanya menekankan kemampuan teknologi, tetapi juga pembentukan karakter moral dan integritas akademik. Dengan demikian, nilai-nilai Islam berperan penting dalam memastikan AI digunakan sebagai sarana peningkatan pengetahuan, bukan sebagai jalan pintas yang merusak proses belajar dan mereduksi makna ilmu. Temuan ini menegaskan urgensi etika spiritual dalam pengembangan teknologi pendidikan, sekaligus memberikan kerangka konseptual bagi lembaga pendidikan dalam merumuskan kebijakan pemanfaatan AI yang bertanggung jawab.</p>Nihayatus SholihahUlfaLuthfiatul UdhmaAbidatil Qinni
Copyright (c) 2025 Philosophiamundi
2025-11-192025-11-193618Efektivitas Penggunakan Aplikasi Fotostation Dalam Proses Kerja Divisi Foto Harian Kompas
https://philosophiamundi.id/index.php/philosophia/article/view/152
<p><em>This study aims to analyze the effectiveness of the Fotostation application in supporting the digital photo management process within the photo division of Harian Kompas. In the context of modern journalism, managing large volumes of visual content requires a structured, fast, and accurate system. This research uses a qualitative descriptive approach, with data collected through observation and in-depth interviews with key personnel involved in the daily workflow of photo management. The findings show that Fotostation serves as the central tool for receiving, organizing, and archiving journalistic photos. The system enables real-time integration of visual assets, supports metadata indexing, and ensures that photo classification aligns with editorial standards. It also facilitates efficient long-term archiving and retrieval through its Archive and Inhouse features, allowing users to track usage and avoid redundancy in publication. Furthermore, the system plays a crucial role in protecting copyright by requiring proper attribution and ensuring that only verified content is used. While Fotostation significantly increases the speed and accuracy of editorial photo processing, the system still faces technical challenges, especially regarding performance under high-volume data loads. Nonetheless, the application has proven to enhance the overall effectiveness of the photo division’s workflow, making the management of digital photo assets more reliable, structured, and professionally accountable</em></p>Adita Ahmad FirdausAgus RusmanaFitri Perdana
Copyright (c) 2025 Philosophiamundi
2025-11-192025-11-1936915Transformasi Peran Ayah dari Breadwinner ke Co-Parenting dalam Keluarga Muslim Modern
https://philosophiamundi.id/index.php/philosophia/article/view/163
<p>Transformasi peran ayah dalam keluarga Muslim modern menunjukkan adanya pergeseran fundamental dari posisi tradisional sebagai <em>breadwinner</em> menuju pola <em>co-parenting</em> yang lebih partisipatif dan dialogis. Artikel ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan tersebut melalui perspektif Sosiologi Pendidikan Islam, dengan menelaah genealoginya dalam struktur keluarga patriarkal, faktor sosial yang mengakselerasi pergeseran peran, morfologi keterlibatan ayah kontemporer, serta resonansi pedagogisnya terhadap pembentukan kepribadian dan religiusitas anak. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>library research</em> dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi peran ayah didorong oleh meningkatnya partisipasi perempuan di ranah publik, mobilitas kelas menengah Muslim, rekonstruksi nilai maskulinitas, serta penetrasi wacana digital dalam kehidupan keluarga. Perubahan ini menghasilkan pola keayahaan baru yang menekankan kehadiran emosional, keteladanan moral, dan keterlibatan edukatif sebagai bagian integral dari proses <em>ta’dib</em>. Keterlibatan ayah secara aktif terbukti memperkuat <em>secure attachment</em>, membentuk <em>habitus religius</em>, serta meningkatkan kapasitas kognitif dan etika sosial anak. Dengan demikian, co-parenting dalam keluarga Muslim modern bukan hanya bentuk redistribusi peran domestik, tetapi merupakan reposisi epistemik yang memperkaya ekologi pendidikan Islam di lingkungan keluarga. Temuan ini menegaskan pentingnya kehadiran ayah sebagai aktor pedagogis dan moral dalam membangun generasi Muslim yang berkarakter, berakhlak, dan berkesadaran sosial</p>Indriani Oktaviana SugandiZainal Arifin
Copyright (c) 2025 Philosophiamundi
2025-11-272025-11-27361624